NEURO-WEEKLY Eps. 3 – Pusat Neurosains UHAMKA
Menu Close

NEURO-WEEKLY Eps. 3

Sugar, Sugar…

We love sweet treats, siapa yang tidak suka ? tetapi terlalu banyak mengkonsumsi gula setiap hari akan memberikan dampak bertambahnya berat badan dan juga obesitas. Well kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi kan ? selain itu terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat berdampak pada diabetes dan kerusakan pada gigi. Wah hal yang manis memang sulit sekali dihindari, bukan hanya diri kita tapi otak kita juga sulit untuk menolaknya.

Well, Ketika kita memakan yang manis, apapun itu yang mengahndung gula bisa bikin hari kita lebih bersemangat, makanya ada istilah “sugar rush”, “sugary”. Makanan manis merupakan salah satu sumber energi yang baik, selain itu makanan manis itu “pleasurable” disbanding makanan yang rasanya pahit, asam, atau asin. Pahit tentu saja memberikan kesan busuk, beracun bahkan penyakit.

Ketika kita memakan manis ada reward terhadap otak kita disebut mesolimbic dopamine system. Sebelum jauh menjelaskan, dopamine adalah zat kimia dalam otak yang dihempaskan oleh neuron kemudian memberikan sinyal bila suatu peristiwa tertentu membuat seseorang merasa senang atau lebih positif  sehingga, dapat memunculkan perilaku yang lebih positif terhadap sekelilingnya. Yups ! it’s dopamine hits from eating sugar.

Studi tambahan soal aktivitas otal, ,makanan manis-manis berlebihan dapat membuat perubahan pada brain reward system yang malah mendorong kita untuk selalu ingin makan sesuatu terlebih, makan manis bisa jadi lebih adiktif dibanding cocaine, selain itu peningkatan glukosa dalam aliran darah dapat membahayakan otak kita mulai dari kognitif, deficit memori, dan attention.

Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan inflamasi pada otak atau peradangan yang berimbas kepada memori kita. However, hal ini tidak permanen asalkan kita mau sedikit saja mengurangi makan yang manis-manis.

Memakan makanan yang manis sewajarnya bila kita ingin tetap Bahagia dikemudian hari, karena perasaan kita pun bisa jadi kebalikan dari Bahagia, biosa sedih, cemas, dan depresi.

Berdasarkan penelitian menambahkan gula pada apapun jenis makanannya dapat berbahaya, kita masih bisa mendapatkan glukosa dari makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan. Menurut WHO ( World Health Organization ) asupan gula dalam sehari baiknya hanya 25 gr atau 6 sdt per hari karena kemampuan neuroplastisitas otak itu penting sekali untuk rekonstruksi. So Stay health selama pandemi ini, jangan lupa berolahraga .

If you can change your mind, you can change your life !

 

Resource:
Avena, N. M., Rada, P., & Hoebel, B. G. (2008). Evidence for sugar addiction: behavioral and neurochemical
effects of intermittent, excessive sugar intake. Neuroscience and biobehavioral reviews, 32(1), 20–39.
https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2007.04.019

Neuro Weekly Eps.3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *