Hadapi MEA, UHAMKA Datangkan Tenaga Ahli Jerman

January 26, 2016

Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd (kiri), Perwakilan Kedubes Jerman Deniz Sertcan (tengah) dan Wakil Rektor I Dr. H. Gunawan Suryoputro, M. Hum (kanan) saat penyerahan cinderamata. (foto: dokumen Humas UHAMKA)

Sebagai bentuk komitmen mencetak lulusan yang berkualitas, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) bekerja sama dengan pemerintah Jerman mengadakan workshop sosialisasi bantuan tenaga ahli dari Jerman untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Deniz Sertcan, Bagian Kerjasama Pembangunan Kedutaan Besar Jerman turut hadir memberikan sambutan pembuka.

Kegiatan workshop dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi sebagai penyedia sumber daya manusia, khususnya untuk mengahadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Workshop kerjasama dengan Senior Experten Service (SES) ini akan dilaksanakan selama dua hari, 11-12 Januari 2015 di Hotel Amarossa, Jakarta. Sebanyak 18 Perguruan Tinggi Muhammadiyah hadir sebagai peserta workshop.

Sosialisasi ini dilakukan agar para dosen memahami persyaratan dan prosedur pengajuan bantuan tenaga ahli, serta asistensi penulisan proposal pengajuan bantuan tenaga ahli. “Bantuan Jerman merupakan suatu berkah. Untuk mendapatkan bantuan tidak begitu saja diberikan. Kita harus membuat proposal project” kata Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd di Hotel Amarossa, Jakarta, Senin (11/1).

Bagi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), workshop sosialisasi bantuan tenaga ahli Jerman merupakan upaya peningkatan kualitas dosen, kualitas akademik, dan secara khusus kualitas kurikulum untuk mewujudkan target menjadi perguruan tinggi yang memiliki keungggulan di bidang pendidikan (excellent teaching university). Wakil Rektor I UHAMKA Dr. H. Gunawan Suryoputro, M.Hum, mengatakan “bantuan tenaga ahli Jerman memiliki kualifikasi yang tinggi. Rata-rata mereka adalah pensiunan perguruan tinggi. Harapannya di tahun 2020 UHAMKA memiliki SDM yang terkualifikasi sesuai dengan standar perguruan tinggi yang unggul”.

Selama dua hari, peserta workshop akan ikut merumuskan kebutuhan tenaga ahli Jerman sekaligus menyelesaikan proposal kebutuhan pengajuan tenaga ahli agar dapat segera direalisasikan pada tahun 2016. Bantuan yang diberikan pemerintah Jerman hanya berupa tenaga ahli yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Posted in Pendidikan by pascasarjana uhamka